Kecintaan terhadap lawan jenis merupakan fitrah yang ada pada setiap
manusia yang sempurna.Inilah hikmah diciptakannya manusia dengan jenis
yang berbeda, berupa laki-laki dan wanita.
"Dijadikan indah
pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".
(Q.S. Ali Imran: 14).
Namun kecintaan kepada lawan jenis,
harus diletakkan pada tempatnya sesuai aturan syari’at. Jika tidak, maka
di sinilah manusia akan hidup seperti binatang, bahkan lebih keji lagi.
Cara dan tipsnya yang syar’i, bina dan tumbuhkan cinta ini dalam rumah
tangga melalui gerbang nikah, bukan sebelum berumah tangga, karena ini
terlarang dalam agama kita.
Pembaca yang budiman, kecintaan
terhadap lawan jenis inilah yang menjadi alasan dua anak manusia
terjerumus dalam perkara haram, hina dan keji dengan menjalin hubungan,
memadu kasih, mengukir kisah asmara dan berjanji setia sehidup dan
semati, atau lebih akrab disebut dengan istilah "pacaran" !!!
Betapa banyak harta yang terbuang karenanya, betapa banyak manusia
menjadi gila karena ulahnya, betapa banyak kemaksiatan yang terjadi
karena melakukannya, dan jiwapun melayang disebabkan olehnya.Namun
sangat sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran.
Lalu
kenapa produk barat yang bermerek "pacaran" ini masih menjadi "virus"
yang menjangkiti hampir semua kalangan, mulai dari Sekolah Dasar, SMP,
SMA, sampai di bangku kuliahan. Mereka merasa malu, bila masih sendiri
alias belum punya pacar.Semua ini disebabkan karena hawa nafsu yang
sudah berkuasa pada diri seseorang, kurangnya perhatian orang tua, dan
jauhnya mereka dari agama.
Berbagai macam dalih dan beribu
merek alasan yang sering dilontarkan untuk menghalalkan produk haram
ini.Yah, "alasanya mengikuti perkembangan zaman", "cara untuk mencari
dan memilih pasangan hidup, agar bisa saling mengenal karakter dan sifat
masing-masing sebelum menjalani bahtera kehidupan rumah tangga".Ini
adalah jerat-jerat setan. Lalu sampai di mana kalian akan saling
mengenal pasangan? Apakah sampai harus melanggar batasan-batasan Allah
!!? Ini adalah pintu kebinasaan yang akan menghinakan dirimu.
Dalil Haramnya Pacaran
Allah -Azza wa Jalla- Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya telah
menutup segala celah yang bisa membinasakan hamba-Nya, di antaranya
adalah zina, dan segala pengantar menuju zina. Allah –Azza wa Jalla-
berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.dan suatu jalan yang buruk".
(QS. Al-Isra’ : 32)
Allah telah melarang hamba-Nya untuk
mendekati perzinaan, karena zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji.dan suatu jalan yang buruk. Maka segala hal yang bisa mengantarkan
kepada bentuk perzinaan telah diharamkan pula oleh
Allah.Sedangkanpacaran adalah sebesar-besar perkara yang bisa
mengantarkan ke pintu perzinaan !!! Data dan realita telah membuktikan;
tak perlu kita sebutkan satu-persatu kisah buruk dan menjijikkan, dua
insan yang dimabuk asmara.
Jika Allah dalam ayat ini
mengharamkan pengantar menuju zina (diantaranya pacaran), maka tentunya
Allah mengharamkannya karena hal itu akan menimbulkan mafsadah
(kerusakan) di atas permukaan bumi, seperti kerusakan nasab, harga diri,
rumah tangga, dunia, dan akhirat.
Para Pembaca yang budiman,
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah menjelaskan firman
Allah di atas, kenapa Allah mengharamkan pacaran? Jawabnya, berdasarkan
hadits-hadits yang ada, bahwa pacaran mengandung beberapa perkara
maksiat lainnya; satu dengan lainnya saling mengundang, seperti:
Memandang Lawan Jenis yang Bukan Mahram
Saling memandang antara satu dengan yang lainnya sudah menjadi perkara
yang lumrah bagi dua insan yang dimabuk cinta. Sementara memandang lawan
jenis bisa membangkitkan syahwat apalagi bila sang wanita berpakaian
ketat yang menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya. Oleh karena itu "bohong"
bila seorang laki-laki tidak tergiur dengan penampilan wanita yang
menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya, apa lagi sang wanita tergila-gila
kepadanya dan tiap hari berada di sisinya. Sebenarnya sang laki-laki
bejat tinggal menunggu waktu dan kesempatan saja untuk bisa melampiaskan
nafsu setannya. Setelah itu terjadilah apa yang terjadi… naudzu billahi
min dzalik.
Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim menjaga
matanya dari memandang perkara-perkara yang diharamkan untuk dilihat.
Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,
"Katakanlah kepada orang
laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan
memelihara kemaluannya (dari hal yang haram); yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang
mereka perbuat".Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan kemaluannya (dari yang haram)". (QS. An-Nur:
30-31).
Jarir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhuma- berkata, "Aku
bertanya kepada Rasulallahi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tentang
pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda,
"Palingkan pandanganmu". [HR. Muslim (2159), Abu Dawud (2148),
At-Tirmidziy (2776)]
Memandang wanita yang tidak halal untuk
dipandang (bukan mahram), meskipun tanpa syahwat, maka ia adalah zina
mata. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
"Telah ditulis bagi setiap bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan
melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga
zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah berbicara, tangan
zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara qalbu
berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan
(merealisasikan) hal itu atau mendustakannya". [HR. Al-Bukhoriy (5889)
dari Ibnu Abbas, dan Muslim (2657) dari Abu Hurairah]
Saling Merayu, dan Menggoda dengan Suara Lembut
Lalu bagaimana lagi jika yang dilakukan bukan hanya sekedar memandang,
tapi juga dibumbui dengan cumbu rayu, berbalut suara yang mengundang
syahwat dan sejuta godaan dusta!! Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,
"Maka janganlah kamu tunduk (bersuara lembut) dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah
perkataan yang baik".(QS. Al-Ahzab:32).
Al-Hafizh Ibnu
Katsir-rahimahullah- berkata menafsirkan ayat ini, "Maknanya hal ini,
seorang wanita berbicara (di balik tirai dan penghalang, -pent) dengan
orang lain dengan ucapan yang di dalamnya tak terdapat kemerduan suara,
yakni seorang wanita tidak berbicara dengan orang lain sebagaimana ia
berbicara dengan suaminya (dengan penuh kelembutan)". [Lihat Tafsir
Al-Qur’an Al-Karim (3/636)]
Jadi, seorang lelaki atau wanita
terlarang untuk saling menggoda, merayu, dan bercumbu dengan
ucapan-ucapan yang membuat salah satu lawan jenis tergoda, dan terbuai
sehingga pada gilirannya membuka jalan menuju zina, baik itu zina kecil
(seperti memandang, saling memikirkan, dan lainnya), maupun zina besar
!!
Menemui Wanita Tanpa Mahram, dan Tanpa Pembatas
Sehari bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sebulan, dan sebulan bagaikan
setahun bila sepasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta tidak
bertemu.Ketika mereka bertemu, pastilah berduaan.Sang pria berusaha
sebisa mungkin menemui si wanita, tanpa ada mahram, dan tanpa pembatas
berupa tirai yang melindungi mereka dari pandangan syahwat. Rasulullah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
"Hati-hatilah kalian
dari masuk menemui wanita".Seorang lelaki dari kalangan Ashar berkata,
"Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami?" Maka Rasulullah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Mereka adalah kematian
(kebinasaan)". [HR. Al-Bukhoriy (5232), Muslim (2172), dan At-Tirmidziy
(1171)]
Berduaan antara Pria dan Wanita
Lebih para
lagi, jika pria dan wanita yang berpacaran ini saling berduaan, karena
setan sudah hampir berhasil menjerumuskan keduanya dalam zina.Makanya,
kasus zinanya orang yang berpacaran, itu terjadi di saat mereka
berduaan; saat mereka bebas mengungkap isi hatinya, dan syahwatnya yang
bergejolak kepada lawan jenisnya.Sebab itu, kedua pasangan yang haram
ini berusaha mencari tempat yang tersembunyi, dan jauh dari jangkauan
manusia; ada yang pergi ke daerah wisata, tepi pantai; ada yang lebih
elit lagi sewa hotel, villa, dan lainnya. Untuk apa? Agar bebas berduaan
melampiaskan birahinya yang keji !!! Di lain sisi, sebagian wanita tak
sadar jika ia akan dihinakan dengan perbuatan itu, karena hanya sekedar
janji-janji muluk dan dusta. Sadarlah wahai kaum wanita, jika seorang
lelaki yang mengungkapkan cintanya kepadamu, tanpa melalui pintu nikah,
maka ketahuilah bahwa itu adalah "cinta palsu", dan "janji dusta"
Seorang dilarang berduaan dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya,
karena hal itu akan membuat setan lebih leluasa menggoda dan
menjerumuskan seseorang dalam zina, dan pengantarnya. Rasulllah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
"Jangan sekali-sekali
salah seorang di antara kalian (kaum pria) berduan dengan seorang
wanita, karena setan adalah pihak ketiganya".[HR. At-Tirmidziy (2165),
dan Ahmad (114). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’
(6/215)]
Memegang dan Menyentuh Pacar
Pacaran
tidaklah lepas dari bersentuhan, entah dengan cara berjabat tangan,
berboncengan di atas kendaraan, atau berpegangan, berpelukan, berciuman
dan lainnya. Ketahuilah bahwa memegang dan menyentuh wanita yang bukan
mahram kita adalah perbuatan yang diharamkan dalam agama kita.
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
"Andaikan
kepala seseorang di cerca dengan jarum besi, itu lebih baik (ringan)
baginya dibandingkan menyentuh seorang wanita yang tak halal baginya".
[HR. Ar-Ruyaniy dalam Al-Musnad (227/2), dan Ath-Thobroniy dalam
Al-Kabir (486, & 487)]
Al-Allamah Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albaniy-rahimahullah- berkata setelah menguatkan sanad
hadits diatas dalam Ash-Shohihah (1/1/448), "Dalam hadits ini terdapat
ancaman yang keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tak halal
baginya.Jadi, di dalamnya juga ada dalil yang menunjukkan haramnya
berjabat tangan dengan para wanita (yang bukan mahram), karena berjabat
tangan dicakup oleh kata "menyentuh", tanpa syak.Perkara seperti ini
telah menimpa kebanyakan kaum muslimin di zaman ini. (Namun sayang), di
antara mereka ada yang berilmu andaikan ia ingkari dalam hatinya, maka
masalahnya sedikit agak ringan. Cuman mereka ini berusaha
menghalalkannya dengan berbagai jalan, dan takwil. Telah sampai suatu
berita kepada kami bahwa ada seorang tokoh besar di Al-Azhar telah
disaksikan oleh sebagian orang sedang berjabat tangan dengan para wanita
!!Hanya kepada Allah tempat kita mengadu dari keterasingan Islam".
Nasihat bagi Orang Tua
Suatu perkara yang membuat kita sedih, orang tua tidak peduli lagi
dengan anak gadisnya ketika keluar rumah bersama laki-laki yang bukan
mahramnya. Keluar dengan berpakaian serba ketat, kemudian
dibonceng,.Tidak tahu kemana anak gadisnya dibawa pergi.Lalu terjadilah
apa yang terjadi.Si gadis terkadang pulang larut malam, namun orang tua
hanya membiarkan kemungkaran terjadi di dalam rumah tangga, dan
keluarganya.Inilah Dayyuts yang diharamkan baginya jannah (surga). Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Ada tiga golongan
yang sungguh Allah haramkan baginya surga: pecandu khomer, orang yang
durhaka (kepada orang tuanya), dan dayyuts yang membiarkan perbuatan
keji dalam keluarganya".[HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/69/no. 5372).
Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’
(3047)]
Jika kita melirik ke arah yang lain, ternyata ada juga
wanita yang berbusana muslimah dan pria memakai gamis jatuh ke dalam
jerat setan ini. Mereka sebut dengan istilah "pacaran islami".Tentunya
ini justru lebih berbahaya karena jalan menuju perzinaan yang telah
dibungkus dengan label "islami".Padahal sungguh agama Islam yang suci
ini telah berlepas diri dari perbuatan ini.
Pacaran yang
merupakan pos dan gerbang menuju zina ini, jika dianggap "islami"
-padahal itu haram berdasarkan ayat yang lalu-, maka kami khawatirkan
akan muncul generasi yang akan menghalalkan perkara-perkara haram
lainnya, karena dipoles dan dihiasi dengan label "islami" sehingga
mereka nantinya akan membuat istilah "musik islami", "khomer islami",
"mencuri islami", "riba islami", "judi islami", dan lain sebagainya.
Padahal musik, khomer, mencuri, riba, dan judi adalah perkara-perkara
haram, namun dihalalkan oleh mereka hanya karena permaiman kata yang
licik.Na’udzu billah min dzalik !!
Akhirnya kami nashihatkan
kepada kaum yang dilanda asmara agar segera bertaubat kepada Allah
sebelum nyawa meregang. Hentikan pacaran yang akan menjatuhkan kalian
dalam jurang kenistaan. Jagalah kehormatan kalian yang suci dengan
tameng ketaqwaan kepada Allah -Ta’ala- .
Kamis, 29 Desember 2011
antara Persahabatan dan Keegoan
Lelaki itu ,, sebut saja namanya "Fulan" ,,, Pertama kali ku mengenal dia di Facebook sekitar satu tahun yg lalu,,, aku lupa kpn tepatnya,,, aku tdk terlalu mengenalnya,, dia mulai mengenal aku lbh dekat karena aq msh satu kabupaten dng dia,,,
Satu hari ku lihat dia mengUPLOAD photo2 mesumnya dng pacarnya di Facebook,, di komentari oleh temen2nya,, di jadikan bahan senda gurau,, Aku yg memang pada saat itu tak terlalu mengenalnya tak terlalu peduli dng aktivitasnya,,, toh itu kehidupan dia,,, apa hubungannya dngku,,, hanya dalam hati sempat aku nyeletuk " DOSA KOK DI BANGGA2KAN,, photo mesum di pajang2kan "
Beberapa minggu setelahnya mungkin dia telah putus dng ceweknya,, krn sejak saat itu dia mulai mendekatiku,, dr sekedar komen2 di photoku,, status,, atau nge-Wall,, sifatnya yg memang pandai ngocol membuat dia gampang dekat dng org2 yg baru di kenalnya,, sampai suatu hari terdapat "PERMINTAAN HUBUNGAN " di akunku. artinya dia nembak aku secara gak langsung ,, tp permintaan itu ku acuhkan tanpa komentar apapun, dan dia pun membatalkan permintaan tersebut. Krn tdk berhasil mendekatiku,, dia mulai mengincar sahabatku si Fulana. Aku yg memeang memperhatikan gelagat si Fulan yg mengumbar rayuan maut dan gurauan2 yg membuat cewek2 terhanyut mulai memperingatkan sahabatku si Fulana agar berhati2 dan jng sampai tergoda rayuannya, tp rupanya peringatan dariku tak di hiraukan oleh si Fulana,, Fulana terlanjur jatuh cinta pd si Fulan. si Fulana yg memang sangat LUGU mudah sekali terjebak rayuan Pria seperti si Fulan. tanpa sepengetahuanku si Fulana jadian ma si Fulan. si Fulana yg sdh ku anggap sbg adikku sendiri tentu saja membuatku khawatir,, knp dia harus terjebak oleh rayuan si Fulan.
Karena tau aku tdk menyukai si Fulan, si Fulana malah menjauhiku,, seolah tak mau menganggapku sahabatnya lagi,, si FULAN yg mengetahui aku tdk menyukai hubungan mereka kemudian menghujatku lewat statusnya yg mungkin sampai akhir hayatku tak akan perah ku lupakan "BERJILBAB TAPI BERHATI BUSUK, AKU LEBIH MENGHARGAI JABLAY SEKALIPUN DARI PADA KAMU YG BERJILBAB TP BERHATI BUSUK, LEBIH BAIK KAU COPOT SAJA JILBABMU"
sahabat mungkin bisa membayangkan seperti apa perasaan sahabat jika ada yang melontarkan kata-kata seperti itu kpd sahabat???,,memangnya apa yg pernah aku lakukan padanya??? apakah aku mencaci maki si fulan??? memfitnahnya??? melaknatnya??? sampai dia dng teganya menuding aku "BERHATI BUSUK?" aku cuma bilang aku tdk suka dia mendekati sahabatku itu saja,, T__T
Sejak saat itu aq membencinya,,, Dia buakan pria yg fakir ilmu,, bahkan jika di hitung,, ilmunya dia tentu lbh tinggi dr aku yg msh hijau bahkan sangat hjiau,, tp dr semua ilmunya apa yg ia dapat??? dng ilmunya dia selalu menolak kebenaran bahwa PACARAN ITU HARAM ,, dalam setiap statusnya dia selalu merayu si Fulana dng sangat2 berlebihan... si Fulana bilang kalau si Fulan tdk RIDHA kalau sampai si Fulana tdk menjadi miliknya,,, hahhh???? bukankah dng begitu berarti dia tdk ridha dng ketentuan Allah,,,
Sejak dia berpacaran dng si Fulana ,, si Fulana sudah berubah,, bahkan semakin menjauh dr kami sahabat2nya... sahabat sekalian bisa membayangkan,,, DUNIA NYATA DI KALAHKAN OLEH DUNIA MAYA,,, PERHATIAN PACAR LEBIH MANIS DR PD PERHATIAN SAHABAT,, PACAR LEBIH BERHARGA DARI PADA SAHABAT,,,
SEKARANG,,, si Fulana sudah tdk mau menjadi sahabatku lagi,,, bahkan dia sdh tdk mau peduli padaku lg,, dulu dia menganggapku saudari,, tp kini aku sdh tak lagi berarti,,, Ketika dia mencoba memutuskan hubungan dng pacarnya,, dia berdalih bahwa dia TDK TEGA, TAKUT MEMUTUSKAN SILATURAHMI, TAKUT MENGECEWAKAN DAN MENYAKITI SI FULAN,,, Lalu ketika sekarang dia pergi meninggalkanku,,, dia tdk pernah peduli apakah sahabat TERSAKITI??? KECEWA??? bahkan dia tdk perduli dng silaturahmi yg terputus antara kami........
Jika kekasih berharap bisa menyentuh dan memilikimu.. Sahabat hanya butuhkan sandaran pundakmu ketika tersedu,, Jika kekasih inginkan belaian hangatmu, sahabat hanya butuhkan penyemangatmu ketika mulai layu,, Jika kekasih inginkan jiwa dan ragamu miliknya sepenuhnya,, sahabat hanya inginkan kau dimiliki oleh org yg mampu membuatmu bahagia.
Untuk semua ukhty yang sedang bertikai dengan sahabatnya karena masalah yang sama, semoga kisah ini bisa di jadikan renungan, betapa seorang sahabat akan sangat terluka jika kalian memilih meninggalkannya demi kekasih yang baru kalian kenal. Ingatlah.. do'a seorang sahabat untuk kebaikan kalian tanpa kalian ketahui tak ada penghalang dengan Allah, jadi jangan sia-siakan sahabat yang sejati yang do'anya untukmu selalu di dengar oleh Allah.
~♥~Manusia yang Hampir Punah~♥~
Emang Masih ada Orang kayak begitu zaman sekarang ??
Jarang banget lho ada orang kayak begitu zaman sekarang.
Pertanyaan dan pernyataan di atas sering kita temui jika ada yang bercerita tentang kisah-kisah orang yang memegang teguh prinsip Islam di tengah derasnya arus kebebasan. Kita sering bertanya masih adakah?? Jika kita mengerti Orang yang hidup tertata dengan norma agama itu sedikit jumlahnya, kenapa kita tidak berusaha memperbanyaknya dengan memulainya dari diri sendiri?? Bukankah dengan begitu jumlah orang istimewa tersebut akan menjadi MASIH BANYAK bukan MASIH ADAKAH???
Kita ingin mendapatkan pendamping yang baik, tapi kita sendiri lupa memperbaiki diri, kita sibuk dengan do'a dan harapan kita sendiri demi kebahagaiaan diri sendiri, lalu bagaimana dengan dia yang kita harapkan memiliki semua yang kita harapkan, namun kita tidak dapat memberikan apa yang dia harapkan dari kita???
Ketika ada yang memberi Tausiyah tentang pentingnya menjaga hati, keutamaan menghindari jalinan kasih sebelum menikah (pacaran.red). Banyak yang pertanyaan berhamburan, EMANG ADA? EMANG BISA? emang gak bakalan nyesel nantinya karena belum mengenal lama?
EMANG ADA?
Tentu saja ada, bukankah pada masa Rasulullah hidup saja tidak ada pacaran bukan? Jika lingkunganmu tidak memiliki orang-orang istimewa itu , yang selalu berusaha mematuhi rambu-rambu islam,tentu saja akan membuat kamu menjadi pribadi yang lebih mematuhi keumuman di Masyarakat dari pada Hukum Islam, karena kamu merasa asing dengan aturan-aturannya, kamu selalu beralsan "WONG ZAMAN SEKARANG KAN HAMPIR SEBAGIAN BESAR ORANG PACARAN"
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (kepada Allah)”
Al An’am/6:116
“…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan…”
Al An’am/6:119
Padahal jika kita mau merenungkan kembali dengan dada yang ikhlas dan jiwa yang tenang, kamu akan menemukan betapa keuntungan dari menghindari pacaran adalah untuk diri kita sendiri, dan jika kamu masih memilih pacaran, ya silahkan .. toh ketika mendapatkan kekecewaan, luka, dan air mata, kamu sendiri juga yang menanggungnya, lalu bagamana dengan dosanya? Ya, kamu juga bakal di mintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak.
EMANG BISA?
Ya bisa lah, toh Islam juga tidak akan menyuruh kita membeli kucing dalam karung, artinya dalma Islam juga di perbolehkan mengenali calonnya terlebih dahulu lewat jalan Ta'aruf, Dalam artian Ta'aruf yang sesuai tuntunan Syari'at bukan TTM (Ta'aruf Tapi Mesra.red). ada yg bilang apa gak takut baru nikah terus gak lama kemudian cerai karena belum mengenal lama pasangan kita, so'al Cerai atau Tidaknya itu tergantung pasangan tersebut, kalo pasangan tersebut tahu tujuan menikah itu bermuara pada mengharap Ridha-Nya, sudah pasti mereka akan bersabar atas kekurangan masing-masing. Toh yang berpacaran 7-10th saja bisa cerai kan?? jadi lamanya masa perkenalan itu tdk ada hubungannya dengan perceraian bukan???
Jika yang baik itu Langka
Jika yang Shaleh itu hampir punah
Kenapa kita tidak memulai dari diri kita untuk melestarikannya?
Jika saja semua yang mengerti orang baik dan shalih itu sudah jarang di temukan mau merubah diri menjadi shaleh, tentunya akan banyak generasi-generasi shaleh yang baru, mengalahkan jumlah generasi-generasi penganut kebebasan yang jumlahnya menduduki peringkat pertama saat ini.
Kalo mengerti yang shaleh itu sudah hampir punah, tak sadarkah kita duniapun akan sgera Musnah.
Wallahu'alam
Jarang banget lho ada orang kayak begitu zaman sekarang.
Pertanyaan dan pernyataan di atas sering kita temui jika ada yang bercerita tentang kisah-kisah orang yang memegang teguh prinsip Islam di tengah derasnya arus kebebasan. Kita sering bertanya masih adakah?? Jika kita mengerti Orang yang hidup tertata dengan norma agama itu sedikit jumlahnya, kenapa kita tidak berusaha memperbanyaknya dengan memulainya dari diri sendiri?? Bukankah dengan begitu jumlah orang istimewa tersebut akan menjadi MASIH BANYAK bukan MASIH ADAKAH???
Kita ingin mendapatkan pendamping yang baik, tapi kita sendiri lupa memperbaiki diri, kita sibuk dengan do'a dan harapan kita sendiri demi kebahagaiaan diri sendiri, lalu bagaimana dengan dia yang kita harapkan memiliki semua yang kita harapkan, namun kita tidak dapat memberikan apa yang dia harapkan dari kita???
Ketika ada yang memberi Tausiyah tentang pentingnya menjaga hati, keutamaan menghindari jalinan kasih sebelum menikah (pacaran.red). Banyak yang pertanyaan berhamburan, EMANG ADA? EMANG BISA? emang gak bakalan nyesel nantinya karena belum mengenal lama?
EMANG ADA?
Tentu saja ada, bukankah pada masa Rasulullah hidup saja tidak ada pacaran bukan? Jika lingkunganmu tidak memiliki orang-orang istimewa itu , yang selalu berusaha mematuhi rambu-rambu islam,tentu saja akan membuat kamu menjadi pribadi yang lebih mematuhi keumuman di Masyarakat dari pada Hukum Islam, karena kamu merasa asing dengan aturan-aturannya, kamu selalu beralsan "WONG ZAMAN SEKARANG KAN HAMPIR SEBAGIAN BESAR ORANG PACARAN"
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (kepada Allah)”
Al An’am/6:116
“…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan…”
Al An’am/6:119
Padahal jika kita mau merenungkan kembali dengan dada yang ikhlas dan jiwa yang tenang, kamu akan menemukan betapa keuntungan dari menghindari pacaran adalah untuk diri kita sendiri, dan jika kamu masih memilih pacaran, ya silahkan .. toh ketika mendapatkan kekecewaan, luka, dan air mata, kamu sendiri juga yang menanggungnya, lalu bagamana dengan dosanya? Ya, kamu juga bakal di mintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak.
EMANG BISA?
Ya bisa lah, toh Islam juga tidak akan menyuruh kita membeli kucing dalam karung, artinya dalma Islam juga di perbolehkan mengenali calonnya terlebih dahulu lewat jalan Ta'aruf, Dalam artian Ta'aruf yang sesuai tuntunan Syari'at bukan TTM (Ta'aruf Tapi Mesra.red). ada yg bilang apa gak takut baru nikah terus gak lama kemudian cerai karena belum mengenal lama pasangan kita, so'al Cerai atau Tidaknya itu tergantung pasangan tersebut, kalo pasangan tersebut tahu tujuan menikah itu bermuara pada mengharap Ridha-Nya, sudah pasti mereka akan bersabar atas kekurangan masing-masing. Toh yang berpacaran 7-10th saja bisa cerai kan?? jadi lamanya masa perkenalan itu tdk ada hubungannya dengan perceraian bukan???
Jika yang baik itu Langka
Jika yang Shaleh itu hampir punah
Kenapa kita tidak memulai dari diri kita untuk melestarikannya?
Jika saja semua yang mengerti orang baik dan shalih itu sudah jarang di temukan mau merubah diri menjadi shaleh, tentunya akan banyak generasi-generasi shaleh yang baru, mengalahkan jumlah generasi-generasi penganut kebebasan yang jumlahnya menduduki peringkat pertama saat ini.
Kalo mengerti yang shaleh itu sudah hampir punah, tak sadarkah kita duniapun akan sgera Musnah.
Wallahu'alam
Jangan Pacaran Yaaa ^__^
"AFWAN.. posting kali ini Bermaksud menyindir.. menyinggung.. ataupun
dengan niat menyakiti siapapun yang merasa sedang berpacaran.. hanya
untuk di jadikan bahan renungan.. semoga Rahmat dan Hidayah-Nya hadir
bersama note ini ,amin.
Konon, hanya satu hal yang dapat mengubah kejiwaan remaja atau pemuda yang sedang bergejolak. Seorang pecandu rokok, pemain game atau pembolos ketika sekolah akan bertekuk lutut ketika sang kekasih memintanya untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Atas nama cinta! Yah, itulah alasannya. Suatu alasan yang telah menjamur.
Namun, seperti yang di’konon’kan di atas, sangatlah tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan. Mari mencoba melihat realita. Berapa banyak mahasiswa yang rajin, rela mengorbankan waktu belajarnya untuk pacaran. Dan yang gemar menabung, merelakan rupiah demi rupiahnya untuk sebuah candle light dinner.
Pada hakikatnya pacaran hanyalah memindahkan seseorang dari satu lubang ke lubang yang lain. Dan juga menyeret orang yang selamat ke sebuah lubang yang dimurkai Allah.
Sebuah analogi yang logis. Ketika seorang majikan sebuah toko, dia memiliki satu orang pekerja. Dengan satu orang pekerja yang dia miliki, dia mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih maju. Semakin hari, usaha yang dia rintis semakin bertambah dan dia mengambil satu orang lagi sebagai pekerja. Kemudian dia menuturkan, jika satu orang pekerja memiliki power bernilai 4, ketika ditambah satu orang yang juga memiliki power bernilai 4. Hasil yang didapat bukan sekedar 8 power, namun 10 atau bahkan lebih. Kerja sama membuat mereka dapat bekerja lebih bagus.
Berawal dengan sekedar chatting, bergandengan tangan, berciuman dan kemudian banyak yang sampai pada zina...
Berbeda lagi dengan dua orang yang dimabuk cinta. Ketika dia masih berstatus single, dengan tekad yang bulat dia mampu mengerjakan suatu pekerjaan dengan sendirinya. Namun ketika ada satu orang yang dianggapnya sebagai 'pacar', ketika suatu pekerjaan dihadapi, dia hanya berkata "yank, masa sayank tega sih liat aku ngerjain tugas sendirian?" tragis. Satu bukti bahwa pacaran melemahkan mental, menurunkan produktivitas dan mengacaukan agenda.
Pacaran adalah sebuah aktivitas yang menyiksa batin dan mempermainkan hati, permainannya menyebabkan hati menjadi sakit bahkan tidak sedikit yang hatinya mati dibuatnya. Kasus petinggi negara Indonesia, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, zina anggota DPR bisa dijadikan contoh, atau perselingkuhan presiden terdahulu dengan istri orang, dan masih banyak lagi. Ketika hati tidak berfungsi sebagai pengontrol akhlak, banyak kejahatan yang ditimbulkan.
Juga ketika seharusnya remaja dengan jiwa mudanya mampu berkreasi dan memberikan gebrakan besar dalam kehidupan ini. Atas nama cinta dia dibuatnya tidak berkutik. Sehari tidak bertemu pacar, seperti ada sesuatu yang kurang, aktivitas dilakukan dengan tanpa ada semangat. Hampa dunia terasa, apalagi ketika 'putus'. Menandakan bahwa pacaran menjadikan hari-hari penuh dengan rasa was-was, dan tidak memberikan ketenangan.
Pacaran itu candu, bagaikan meminum air laut, di setiap tegukan memberikan rasa haus yang semakin bertambah. Pacaran itu bak pecandu rokok. Berawal dengan merokok menjadikan kebiasaan buruk lain muncul.
banyak efek samping yang dapat ditimbulkan dari pacaran. Melakukan atau menjauhinya adalah sebuah pilihan, sebagaimana surga dan neraka yang bebas kita pilih, dengan konsekuensi masing-masing...
Pacaran itu candu! Berawal dengan sekedar chatting, lalu bergandengan tangan, kemudian berciuman dan akhirnya banyak yang sampai pada zina. Na'udzubillah min dzalik.
Masih banyak efek samping yang dapat ditimbulkan dari pacaran. Melakukan atau menjauhinya adalah sebuah pilihan. Sebagaimana surga dan neraka yang bebas kita pilih, dengan konsekuensi masing-masing tentunya. Karena hanya ada dua pilihan dalam hidup. Bahagia, atau binasa. Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk dapat kita tempuh dengan penuh kelapangan. [Rafiq Jauhary/voa-islam.com]
Konon, hanya satu hal yang dapat mengubah kejiwaan remaja atau pemuda yang sedang bergejolak. Seorang pecandu rokok, pemain game atau pembolos ketika sekolah akan bertekuk lutut ketika sang kekasih memintanya untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Atas nama cinta! Yah, itulah alasannya. Suatu alasan yang telah menjamur.
Namun, seperti yang di’konon’kan di atas, sangatlah tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan. Mari mencoba melihat realita. Berapa banyak mahasiswa yang rajin, rela mengorbankan waktu belajarnya untuk pacaran. Dan yang gemar menabung, merelakan rupiah demi rupiahnya untuk sebuah candle light dinner.
Pada hakikatnya pacaran hanyalah memindahkan seseorang dari satu lubang ke lubang yang lain. Dan juga menyeret orang yang selamat ke sebuah lubang yang dimurkai Allah.
Sebuah analogi yang logis. Ketika seorang majikan sebuah toko, dia memiliki satu orang pekerja. Dengan satu orang pekerja yang dia miliki, dia mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih maju. Semakin hari, usaha yang dia rintis semakin bertambah dan dia mengambil satu orang lagi sebagai pekerja. Kemudian dia menuturkan, jika satu orang pekerja memiliki power bernilai 4, ketika ditambah satu orang yang juga memiliki power bernilai 4. Hasil yang didapat bukan sekedar 8 power, namun 10 atau bahkan lebih. Kerja sama membuat mereka dapat bekerja lebih bagus.
Berawal dengan sekedar chatting, bergandengan tangan, berciuman dan kemudian banyak yang sampai pada zina...
Berbeda lagi dengan dua orang yang dimabuk cinta. Ketika dia masih berstatus single, dengan tekad yang bulat dia mampu mengerjakan suatu pekerjaan dengan sendirinya. Namun ketika ada satu orang yang dianggapnya sebagai 'pacar', ketika suatu pekerjaan dihadapi, dia hanya berkata "yank, masa sayank tega sih liat aku ngerjain tugas sendirian?" tragis. Satu bukti bahwa pacaran melemahkan mental, menurunkan produktivitas dan mengacaukan agenda.
Pacaran adalah sebuah aktivitas yang menyiksa batin dan mempermainkan hati, permainannya menyebabkan hati menjadi sakit bahkan tidak sedikit yang hatinya mati dibuatnya. Kasus petinggi negara Indonesia, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, zina anggota DPR bisa dijadikan contoh, atau perselingkuhan presiden terdahulu dengan istri orang, dan masih banyak lagi. Ketika hati tidak berfungsi sebagai pengontrol akhlak, banyak kejahatan yang ditimbulkan.
Juga ketika seharusnya remaja dengan jiwa mudanya mampu berkreasi dan memberikan gebrakan besar dalam kehidupan ini. Atas nama cinta dia dibuatnya tidak berkutik. Sehari tidak bertemu pacar, seperti ada sesuatu yang kurang, aktivitas dilakukan dengan tanpa ada semangat. Hampa dunia terasa, apalagi ketika 'putus'. Menandakan bahwa pacaran menjadikan hari-hari penuh dengan rasa was-was, dan tidak memberikan ketenangan.
Pacaran itu candu, bagaikan meminum air laut, di setiap tegukan memberikan rasa haus yang semakin bertambah. Pacaran itu bak pecandu rokok. Berawal dengan merokok menjadikan kebiasaan buruk lain muncul.
banyak efek samping yang dapat ditimbulkan dari pacaran. Melakukan atau menjauhinya adalah sebuah pilihan, sebagaimana surga dan neraka yang bebas kita pilih, dengan konsekuensi masing-masing...
Pacaran itu candu! Berawal dengan sekedar chatting, lalu bergandengan tangan, kemudian berciuman dan akhirnya banyak yang sampai pada zina. Na'udzubillah min dzalik.
Masih banyak efek samping yang dapat ditimbulkan dari pacaran. Melakukan atau menjauhinya adalah sebuah pilihan. Sebagaimana surga dan neraka yang bebas kita pilih, dengan konsekuensi masing-masing tentunya. Karena hanya ada dua pilihan dalam hidup. Bahagia, atau binasa. Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk dapat kita tempuh dengan penuh kelapangan. [Rafiq Jauhary/voa-islam.com]
Sayang..... Kita putus yukk !!!!
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ba’da tahmid dan shalawat…
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf Akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapanNya. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayang-kan wajahmu. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.
Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Ini adalah surat PHP (Putus Hubungan Pacar)
Mungkin saudariku semua ada yang sudah pernah membacanya, tapi kami post disini untuk berbagi kepada mereka yang belum tahu, Semoga note ini bisa mnjadi perantara datangnya Hidayah Allah kpd kita ,amin
couple halal
Bissmillah...
Assalamu'alaykum.. Warahmatullah... Wabarakatuh...
Jika kelakuan kurang baik kita kita bandingkan dengan orang yg berkelakuan lbh buruk dari kita, tentu kita akan merasa aman tanpa merasa bersalah.
Lain halnya jika kita bandingkan dengan orang-orng yang lebih baik dari kita, kita pasti merasa malu karena meski kelakuan buruk kita dalam taraf normal/wajar menurut kita, tapi akan tetap terlihat buruk jka di bandingkan dengan mereka yang lebih menjaga diri.
Contohnya ketika kita Berpacaran dan merasa bahwa pacaran cara kita adalah pacaran yang sehat. Kenapa kita merasa tidak bersalah meski telah melanggar Larangan-Nya? Karena kita melihat perbandingan kepada mereka yang pacarannya tidak sehat ( berzina ). Dari situ kita MERASA AMAN , merasa tidak berdosa.. kita berdalih " Kita mah pacarannya gak ngapa-ngapain ,palingan cuman jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sama ngobrol2 biasa aja, Normal kan??? "
Yupzzz... NORMAL!!!
Mungkin sahabat semua bertanya Kok bisa Normal sih Ukht??? Ya jelas NORMAL lah, kalo kita menilai dari kaca mata masyarakat umum, Kalo kita mau melihat dr kaca MATA ISLAM tentu saja TIDAK NORMAL !!!! Bukankah Allah telah berfirman yg artinya: ..... "Dan janganlah kamu mendekati ZINA..." apakah itu masih belum cukup untuk meyakinkan kita bahwa pacaran itu HARAM???
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan (hati) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Al-Jumu ‘ah:2)
"Sahabat, mungkin mereka bilang NAIF ketika kita membicarakan tentang kesucian HATI, mereka bilang mana ada yang bisa lepas dari dosa, gak usah sok jadi manusia suci deh... "
Sahabat, Ketika kita sedang membicarakan menjaga kesucian hati, bukan berarti kita menjadi manusia suci tanpa alpa, akan tetapi kita sedang berusaha... Berusaha semampu kita, menjauhi apa-apa yang Dilarang-NYa, membuktikan cinta kita Kepada-Nya, agar hati ini tidak rabun untuk melihat tanda-tanda Kekuasaan-Nya, Agar hati ini tidak menolak kebenaran yang datang dari-Nya, agar hati ini merasa sejuk kala mendengar ayat-ayat-Nya.
“Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, apabila ia benar maka tubuh itu akan ikut benar dan apabila ia rusak maka seluruh tubuh akan rusak, segumpal darah itu adalah hati.”
Sahabat, bayangkan jika hati kita sudah tertutup, hitam legam karena maksiat yg kita lakukan, akibat dr kita yang tdk mampu mnejaga hati.. Tak ada sedikitpun Cahaya petunjuk di dalamnya. Maka akan slalu mengingkari kebenaran dan petunjuk yang datang pada kita.
“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, para malaikat-Nya, para Rasul-Nya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk. (HR. Bukhari)
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memaham(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata(tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga(tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”
Al A’raaf/7:179
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (kepada Allah)”
Al An’am/6:116
“…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan…”
Al An’am/6:119
“Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan(kosong), maka kelak mereka akan mengetahui(akibat perbuatan mereka)”
Al Hijr/ 15:3
Assalamu'alaykum.. Warahmatullah... Wabarakatuh...
Jika kelakuan kurang baik kita kita bandingkan dengan orang yg berkelakuan lbh buruk dari kita, tentu kita akan merasa aman tanpa merasa bersalah.
Lain halnya jika kita bandingkan dengan orang-orng yang lebih baik dari kita, kita pasti merasa malu karena meski kelakuan buruk kita dalam taraf normal/wajar menurut kita, tapi akan tetap terlihat buruk jka di bandingkan dengan mereka yang lebih menjaga diri.
Contohnya ketika kita Berpacaran dan merasa bahwa pacaran cara kita adalah pacaran yang sehat. Kenapa kita merasa tidak bersalah meski telah melanggar Larangan-Nya? Karena kita melihat perbandingan kepada mereka yang pacarannya tidak sehat ( berzina ). Dari situ kita MERASA AMAN , merasa tidak berdosa.. kita berdalih " Kita mah pacarannya gak ngapa-ngapain ,palingan cuman jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sama ngobrol2 biasa aja, Normal kan??? "
Yupzzz... NORMAL!!!
Mungkin sahabat semua bertanya Kok bisa Normal sih Ukht??? Ya jelas NORMAL lah, kalo kita menilai dari kaca mata masyarakat umum, Kalo kita mau melihat dr kaca MATA ISLAM tentu saja TIDAK NORMAL !!!! Bukankah Allah telah berfirman yg artinya: ..... "Dan janganlah kamu mendekati ZINA..." apakah itu masih belum cukup untuk meyakinkan kita bahwa pacaran itu HARAM???
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan (hati) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Al-Jumu ‘ah:2)
"Sahabat, mungkin mereka bilang NAIF ketika kita membicarakan tentang kesucian HATI, mereka bilang mana ada yang bisa lepas dari dosa, gak usah sok jadi manusia suci deh... "
Sahabat, Ketika kita sedang membicarakan menjaga kesucian hati, bukan berarti kita menjadi manusia suci tanpa alpa, akan tetapi kita sedang berusaha... Berusaha semampu kita, menjauhi apa-apa yang Dilarang-NYa, membuktikan cinta kita Kepada-Nya, agar hati ini tidak rabun untuk melihat tanda-tanda Kekuasaan-Nya, Agar hati ini tidak menolak kebenaran yang datang dari-Nya, agar hati ini merasa sejuk kala mendengar ayat-ayat-Nya.
“Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, apabila ia benar maka tubuh itu akan ikut benar dan apabila ia rusak maka seluruh tubuh akan rusak, segumpal darah itu adalah hati.”
Sahabat, bayangkan jika hati kita sudah tertutup, hitam legam karena maksiat yg kita lakukan, akibat dr kita yang tdk mampu mnejaga hati.. Tak ada sedikitpun Cahaya petunjuk di dalamnya. Maka akan slalu mengingkari kebenaran dan petunjuk yang datang pada kita.
“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, para malaikat-Nya, para Rasul-Nya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk. (HR. Bukhari)
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memaham(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata(tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga(tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”
Al A’raaf/7:179
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (kepada Allah)”
Al An’am/6:116
“…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan…”
Al An’am/6:119
“Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan(kosong), maka kelak mereka akan mengetahui(akibat perbuatan mereka)”
Al Hijr/ 15:3
" innama a'malu bin niat "
Banyak dari kita yang selalu beralasan pada NIAT.
Yang penting kan niatnya.
Kembali ke niatnya.
Tergantung Niatnya.
Sebenenrnya seberapa besar pengaruh niat dalam sebuah langkah atau perbuatan yang hendak kita jalani.
Ketika Chatting dengan non-mahrom itu di lebih baik di tinggalkan karena alasan bisa membuka peluang untuk syaitan dalam menjalankan misinya, Kita juga kembali bralasan yang penting niatnya?? emang niatnya apa???
Ketika PACARAN di haramkan karena menjadi jalan mendekati zina, kembali kita beralasan yang penting kan niatnya??? emang apa niatnya???
Ketika di beri tahu jilbab yang syar'i itu lebih baik dan lebih di ridhai drai pada jilbab gaul yang terlihat modis dan sexy, kembali kita pun beralasan kembali ke niatnya?? Emang apa niatnya???
Sebenarnya niat seseorang itu benar atau salah bisa di lihat dari caranya mengaplikasikan niatnya tersebut. Di akui atau tidak oleh orang tersebut tersebut caranya tetap saja menunjukkan apa yang menjadi tujuannya. Karena niat yang baik harus di sertai dengan cara yang baik, Jika tidak hasilnya kan menjadi terbalik? Betul????
Terkecuali orang tersebut tidak mengetahui cara yang benar itu seperti apa??
Mari kita cermati penjabaran berikut:
Seorang Pencuri, Koruptor, Perampok, Penjudi, Pelacur, Tukang Riba, Penipu mereka semua pasti mempunyai niat baik yang sama yaitu MENCARI RIZKI bukan??? Niatnya sama untuk menafkahi keluarganya. Niatnya baik atau salah??? Baik kan??? Tapi hasilnya menjadi tidak baik karena mereka semua mengaplikasiakan niatnya dengan jalan yang tidak di ridhai. Hasilnya pun menjadi HARTA HARAM dan yang HARAM tidak akan membawa keberkahan.
Begitu pula ketika kita beralasan kita chatting dengan lelaki/pria ajnabi dengan alasan menciptakan/menyambung silaturrahim, menambah saudara/i.. atau dengan alasan dakwah. Mending kalo imannya kuat nih,, jadi bisa super kuat menagkal godaan. Gimana kalo yang Imannya tipis kaya kulit bawang seperti saya ini. Bukannya Silaturrahim dan dakwah yang di peroleh.. malah tergoda dan terjerat VMJ.. Maka dari itu Perkara fikih mengatakan, menghindari sesuatu yang buruk lebih utama daripada mendatangkan sesuatu yang baik. artinya utamakan menghindari kerusakan sebelum mengambil manfaat.
Ada Juga yang beralasan "Niat saya pacaran bukan untuk main-main. Tapi untuk proses menuju arah yang lebih serius kok. Niat saya hanya sebagai ikhtiar menjemput jodoh saya." Ada cara yang lebih aman dan lebih menyelamatkan iman untuk menjemput jodoh dalam Islam. Tidak perlu pake pacaran, karena semua aktivitas yang terjadi dalam pacaran hanya akan mengundang murka Tuhan (Allah)
Kalo ingin pernikahanmu penuh keberkahan hindari Pacaran.
Kemudian untuk ukhty semua yang sampai saat ini enggan memakaia jilbab Syar'i.
Ada yang beralasan yang penting kan kita udah nutup aurat dari pada enggak, yang penting kan niatnya juga sama karena Allah kok. Yang bener niiih??? Tadi ukhty bilang udah nutup aurat??? Terus lekuk tubuh yang masih terpampang itu bukan aurat ya? dan d**a yang maish terlihat menonjol itu juga bukan aurat ya??? ^_^
Cara menutup aurat yang benar yaitu pakaiannnya tidak menyerupai laki-laki, longgar dan tidak menampakkan lekuk tubuh, serta kerudungnyapun harus menutup dada, itulah menutup aurat yang di perintahkan dan karena Allah, kalo yang sexy itu bukan tuntunan Islam TAPI tuntutan Fashion ^_^
(إن العملَ إذا كان خالصاً ولم يكن صواباً لم يُقْبَل, وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا، لم يُقْبَل حتى يكون خالصا صوابا)
Sesungguhnya amal yang ikhlas tapi tidak benar, ia tidak akan diterima, begitu pula ketika amal itu benar tapi tidak ikhlas… Ia tidak akan diterima hingga menjadi amal yang ikhlas dan benar. (Ikhlas jika dilakukan karena Alloh, dan benar jika dilakukan sesuai tuntunan).
Wallahu'alam Bi Shawab.
Niat yang baik harus di susul dengan cara yang baik agar kita memperoleh tujuan yang baik pula. Semoga Allah menerima amal Ibadah kita. Amin Ya rObbal Alamiiiin.
Yang penting kan niatnya.
Kembali ke niatnya.
Tergantung Niatnya.
Sebenenrnya seberapa besar pengaruh niat dalam sebuah langkah atau perbuatan yang hendak kita jalani.
Ketika Chatting dengan non-mahrom itu di lebih baik di tinggalkan karena alasan bisa membuka peluang untuk syaitan dalam menjalankan misinya, Kita juga kembali bralasan yang penting niatnya?? emang niatnya apa???
Ketika PACARAN di haramkan karena menjadi jalan mendekati zina, kembali kita beralasan yang penting kan niatnya??? emang apa niatnya???
Ketika di beri tahu jilbab yang syar'i itu lebih baik dan lebih di ridhai drai pada jilbab gaul yang terlihat modis dan sexy, kembali kita pun beralasan kembali ke niatnya?? Emang apa niatnya???
Sebenarnya niat seseorang itu benar atau salah bisa di lihat dari caranya mengaplikasikan niatnya tersebut. Di akui atau tidak oleh orang tersebut tersebut caranya tetap saja menunjukkan apa yang menjadi tujuannya. Karena niat yang baik harus di sertai dengan cara yang baik, Jika tidak hasilnya kan menjadi terbalik? Betul????
Terkecuali orang tersebut tidak mengetahui cara yang benar itu seperti apa??
Mari kita cermati penjabaran berikut:
Seorang Pencuri, Koruptor, Perampok, Penjudi, Pelacur, Tukang Riba, Penipu mereka semua pasti mempunyai niat baik yang sama yaitu MENCARI RIZKI bukan??? Niatnya sama untuk menafkahi keluarganya. Niatnya baik atau salah??? Baik kan??? Tapi hasilnya menjadi tidak baik karena mereka semua mengaplikasiakan niatnya dengan jalan yang tidak di ridhai. Hasilnya pun menjadi HARTA HARAM dan yang HARAM tidak akan membawa keberkahan.
Begitu pula ketika kita beralasan kita chatting dengan lelaki/pria ajnabi dengan alasan menciptakan/menyambung silaturrahim, menambah saudara/i.. atau dengan alasan dakwah. Mending kalo imannya kuat nih,, jadi bisa super kuat menagkal godaan. Gimana kalo yang Imannya tipis kaya kulit bawang seperti saya ini. Bukannya Silaturrahim dan dakwah yang di peroleh.. malah tergoda dan terjerat VMJ.. Maka dari itu Perkara fikih mengatakan, menghindari sesuatu yang buruk lebih utama daripada mendatangkan sesuatu yang baik. artinya utamakan menghindari kerusakan sebelum mengambil manfaat.
Ada Juga yang beralasan "Niat saya pacaran bukan untuk main-main. Tapi untuk proses menuju arah yang lebih serius kok. Niat saya hanya sebagai ikhtiar menjemput jodoh saya." Ada cara yang lebih aman dan lebih menyelamatkan iman untuk menjemput jodoh dalam Islam. Tidak perlu pake pacaran, karena semua aktivitas yang terjadi dalam pacaran hanya akan mengundang murka Tuhan (Allah)
Kalo ingin pernikahanmu penuh keberkahan hindari Pacaran.
Kemudian untuk ukhty semua yang sampai saat ini enggan memakaia jilbab Syar'i.
Ada yang beralasan yang penting kan kita udah nutup aurat dari pada enggak, yang penting kan niatnya juga sama karena Allah kok. Yang bener niiih??? Tadi ukhty bilang udah nutup aurat??? Terus lekuk tubuh yang masih terpampang itu bukan aurat ya? dan d**a yang maish terlihat menonjol itu juga bukan aurat ya??? ^_^
Cara menutup aurat yang benar yaitu pakaiannnya tidak menyerupai laki-laki, longgar dan tidak menampakkan lekuk tubuh, serta kerudungnyapun harus menutup dada, itulah menutup aurat yang di perintahkan dan karena Allah, kalo yang sexy itu bukan tuntunan Islam TAPI tuntutan Fashion ^_^
(إن العملَ إذا كان خالصاً ولم يكن صواباً لم يُقْبَل, وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا، لم يُقْبَل حتى يكون خالصا صوابا)
Sesungguhnya amal yang ikhlas tapi tidak benar, ia tidak akan diterima, begitu pula ketika amal itu benar tapi tidak ikhlas… Ia tidak akan diterima hingga menjadi amal yang ikhlas dan benar. (Ikhlas jika dilakukan karena Alloh, dan benar jika dilakukan sesuai tuntunan).
Wallahu'alam Bi Shawab.
Niat yang baik harus di susul dengan cara yang baik agar kita memperoleh tujuan yang baik pula. Semoga Allah menerima amal Ibadah kita. Amin Ya rObbal Alamiiiin.
Langganan:
Postingan (Atom)






