Dalil yang jadi perdebatan:
”Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur
seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya,
melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuz)”[QS. Faathir]
Rasulullah shallallah ’alaihi wasallam bersabda:
”Barangsiapa yang mencintai agar Allah memperpanjang umurnya, dan
melapangkan rizkinya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dan
menyambung silaturahim”[HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan lain-lain]
1.Pendapat pertama(yang berpendapat umur manusia tidak dapat bertambah dan berkurang)
Mereka berdalil dengan:
”...tulislah amal perbuatannya, rizkinya,ajalnya dan keadaannya bahagia atau sengsara”[HR. Bukhari, Muslim]
”Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia
kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz)”[QS.
Ar-Ra’ad:39]
”Makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena.
Allah berfirman kepadanya,’Tulislah!’ Pena bertanya, ”Wahai Rabbku, apa
yang hendak aku tulis?”Jawab Allah,’Tulislah taqdir segala makhluk”[HR.
Abu Daud, Baihaqi, Tirmidzi dan lain-lain]
2.Pendapat kedua (yang berpendapat umur manusia dapat bertambah dan berkurang)
Mereka berdalil dengan ayat-ayat Al-Qur’an, karena penghapusan dan
penetapan merupakan dua hal yang umum, meliputi umur, rizki, kebahagiaan
dan kesengsaraan atau selainnya.
Telah ditetapkan dari sejumlah
ulama salaf dari kalangan sahabat dan generasi sesudahnya, bahwa mereka
mengucapkan di dalam do’a-do’a mereka:
”Ya Allah, jika Engkau
mencatatku termasuk golongan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah
aku ke dalam golongan mereka. Dan jika Engkau mencatatku termasuk
golongan orang-orang yang sengsara, maka hapuskanlah aku (dari golongan
mereka), dan tetapkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bahagia”
Firman Allah:
”Sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang
ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya)”[QS Al-An’aam:2]
Ayat ini menunjukan bahwa manusia memiliki dua ajal, yang mana Allah
menetapkan baginya dengan apa yang Dia kehendaki, baik berupa penambahan
maupun pengurangan. Dan menunjukan kepada makna ini juga, apa yang
diriwayatkan di dalam Ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) dan
selainnya dari sejumlah sahabat, dari Nabi shallallah ’alaihi wasallam,
beliau bersabda:
”Bahwa silaturahim itu akan memperpanjang umur”
Firman Allah:
”Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan”[QS.
An-Naml:62]
Dan hadist-hadist yang mengandung perintah agar ber’do’a adalah mutawaatir, di dalamnya disebutkan:
”Sesungguhnya do’a itu akan mencegah datangnya bala’ dan menolak ketentuan Allah”
Hadist ini memiliki makna sama dengan sabda Nabi shallallah ’alaihi wasallam:
”Tidaklah menambah panjang umur melainkan amal kebaikan, dan tidaklah
menolak ketentuan buruk (yang Allah tentukan) melainkan do’a, dan
tidaklah seorang hamba terhalang dari rizki melainkan disebab dosa yang
diperbuatnya”[HR. Ahmad, Ibnu Hibban, An-Nasaa’i, Ath-Thahawi, al-Hakim,
Ibnu Mani’ dan lain-lain]
Sehingga apabila do’a itu tidak
bermanfaat sedikitpun dan manusia tidak memperoleh kecuali apa yang
telah digariskan baginya pada ketentuan taqdir terdahulu yang bersifat
azali, maka perintah Allah subhanallah wata’ala agar berdo’a dan
janji-Nya akan mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya yang ber’doa
menjadi sia-sia dan tanpa manfaat.
Demilkian pula permohonan
perlindungan Nabi shallallah ’alaihi wasallam kepada Allah dan
hadist-hadist yang telah ditetapkan secara mutawaatir yang mengandung
perintah berdo’a, dan bahwa ia adalah ibadah menjadi sia-sia belaka dan
tidak berguna.
Jika pandapat pertama beralasan dengan:
”Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka dapat
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”[QS.
An-Nahl:61]
Penafsiran tersebut telah dijawab oleh sebagian ulama
salaf dan diikuti oleh ulama khalaf, bahwa ayat ini khusus berkaitan
dengan ajal ketika telah tiba waktunya, yakni tidak bisa maju atau
mundur ketika telah datang waktunya(menjelang kematian).
Dimungkinkan untuk menggabungkan makna antara ayat-ayat tersebut, dengan
membawa ayat-ayat yang semakna ini kepada makna tersebut, yakni apabila
ajal telah tiba maka tidak dapat dimajukan maupun ditangguhkan.
Dan selain keadaan ini, boleh saja Allah menundanya disebabkan doa atau
silaturahmi. Atau dengan berbuat kebajikan. Dan bisa juga ajal dimajukan
bagi setiap orang yang berbuat keburukan, atau memutuskan apa yang
Allah perintahkan kepadanya agar disambung, dan melanggar
larangan-larangan Allah subhanallah wata’ala.
Karena dalam
kekuasaan Allah-lah untuk menentukan segala sesuatu, dan juga menambah,
mengurangi serta menunda sesuatu, seperti yang dijelaskan dalam Qur’an
dan Sunnah.
Wallahu'alam
Kamis, 29 Desember 2011
hijab
Banyak kita temui muslimah yang berkerudung namun, katanya merusak keindahan kerudungnya itu dengan pacaran di pinggir jalan.. bergaul bebas tanpa batas dengan lawan jenisnya.. atau kelakuan buruk lainnya yang seharusnya tidak di lakukan oleh seorang yang menjaga auratnya dengan berkerudung.
Padahal kalau mau ditilik kembali.. Kita bisa memperhatikan dari penampilannya, yang manakah yang faham syari'at dan manakah yang belum mengerti hakikat berkerudung yang sebenarnya.
Jadi anda tidak akan heran lagi jika anda menemui muslimah berkerudung namun masih melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam Islam.
Berikut ini ciri Muslimah sejati di lihat dari penampilan luarnya.
1. KERUDUNG/JILBAB SYAR'I
Muslimah yang faham syari'at akan menutup aurat sesuai dengan tuntunan Islam,yaitu longgar,tidak membentuk lekuk tubuh,memakai kaos kaki karena aurat itu dari ujung rambut sampai ujung kaki,kecuali muka dan telapak tangan. Bahkan ada yang sampai berniqab karena wajah yang kelewat cantik juga bisa jadi aurat karena menjadikan orang yang memandangnya mabuk kepayang ^_^
2. TIDAK MEMAKAI MAKE-UP dan PERHIASAN BERLEBIHAN. Dan TIADK MENCUKUR ALIS.
Allah berfirman:
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliah dahulu". (Al-Ahzab:33)
Lagi pula, jika kita berdandan dan memakai perhiasan belebihan itu kan menarik perhatian setiap orang yang melihat kita bukan?? Ingatkan pesan Sayyidah Aisyah RA "WANITA SHALIHA ,TIDAK MEMANDANG DAN DI PANDANG"
Adapun menggunakan alat-alat kecantikan seperti pemerah bibir, pemerah pipi dihadapan mahromnya adalah boleh hukumnya. Adapun yang banyak dilakukan oleh sebagian perempuan dalam mempercantik diri seperti An-Namsh (mencabut atau menipiskan bulu mata) adalah haram hukumnya. Karena sesungguhnya Nabi telah melaknat orang yang mencabut bulu mata dan yang dicabut bulu matanya. Demikian juga meratakan gigi untuk kecantikan, hukumnya adalah haram dan orang yang melakukannya dalam keadaan mendapatkan laknat.
Alangkah indahnya jika kita berhias dengan sederhana namun bersahaja ^_^
3. TIDAK MEWARNAI KUKU DAN MEMANJANGKAN KUKU.
Sesungguhnya kutek itu tidak boleh dipergunakan wanita jika ia hendak shalat, karena kutek tersebut akan menghalangi mengalirnya air dalam bersuci (pada bagian kuku yang tertutup oleh kutek itu), dan segala sesuatu yang menghalangi mengalirnya air (pada bagian tubuh yang harus disucikan dalam berwudhu’) tidak boleh dipergunakan oleh orang yang hendak berwudhu’ atau mandi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
“Artinya : Maka basuhlah mukamu dan tanganmu“. (Al-Maidah : 6)
Jika wanita ini menggunakan kutek pada kukunya, maka hal itu akan menghalangi mengalirnya air hingga tidak bisa dipastikan bahwa ia telah mencuci tangannya, dengan demikian ia telah meninggalkan satu kewajiban di antara beberapa yang wajib dalam berwudhu’ atau mandi.
Adapun bagi wanita yang tidak shalat, seperti wanita yang mendapat haidh, maka tidak ada dosa baginya jika ia menggunakan kutek tersebut, akan tetapi perlu diketahui bahwa kebiasaaan-kebiasaan tersebut adalah kebiasaan wanita-wanita kafir, dan menggunakan kutek tersebut tidak dibolehkan karena terdapat unsur menyerupai mereka. (Fatawa wa Rasa’il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/148. Di susun oleh Fahd As-Sulaiman)
Dan seorang muslimah yang faham syari'at tidak akan memanjangkan kuku,karena terbiasa memotong kuku pada hari jum'at .
“Hal yang fitrah itu ada lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari, bab pakaian (5889); Muslim, bab bersuci (257).
Memanjangkan kuku dikategorikan menyerupai binatang dan sebagai orang kafir.
4. TIDAK MEMAKAI SANDAL/SEPATU HAK TINGGI.
Adapun hukum memakai sandal yang mempunyai hak tinggi bagi kaum wanita adalah tidak boleh apabila keluar dari adat dan terjerumus pada tabarruj (menghias diri untuk selain suaminya) sehingga mereka mudah dilihat dan dipandang oleh lawan jenis. Sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu”(QS. Al Ahzab:33).
“Minimal hukumnya makruh karena beberapa sebab. Pertama, itu adalah bentuk penipuan karena seolah-olah sang wanita kelihatan tinggi padahal tidak. Kedua, berbahaya bagi perempuan tersebut karena bisa jatuh. Ketiga, ada efek negatif lain yang nyata sebagaimana dijelaskan oleh para dokter.” (Fatawa al-Mar’ah, hlm. 168).
5.TIDAK MEMAKAI PARFUM YANG MENYENGAT.
ada panduan bagi kaum muslimah dalam memakai wewangian terutama dari jenis parfum, yaitu batasan aromanya tidak boleh menyengat dan tidak boleh menebarkan keharuman, sebatas fungsi menjaga kesegaran badan si pemakainya saja. Ada pula pengharum jenis lain yang lebih ringan aromanya, misalkan pengharum cucian, deodoran, atau body lotion, ini biasanya harumnya memang tidak menyengat.
Keterangan hadis yang dimaksud adalah, “Ketahuilah parfum pria adalah yang tercium dan tidak tampak warnanya. Sedangkan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya.” (H.R. Abu Daud dan Ahmad). “Setiap wanita mana saja yang mengenakan bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya bersama kami.” (H.R. Muslim). Atau keterangan lainnya adalah, “Setiap wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina.” (H.R. Ahmad, An-Nasa'i, Abu Daud dan Tirmidzi)
Maka, kesimpulannya wanita tetap boleh memakai pewangi badan dan pakaian, asal aromanya tidak tercium menyebar dan menyengat, tidak berniat untuk menarik perhatian lawan jenis, tidak untuk mengarah pada ajakan berzina atau ria ingin dipuji orang lain (tidak tabaruj ala jahiliah). Namun, sebatas memakai pewangi agar dirinya menjadi segar dan bersih. Wallahu'alam bishawwab
Jadi, sekarang sudah bisa membedakan kan, yang mana muslimah yang memang benar-benar mengerti hukum-hukum Islam dan mana yang masih belum mengerti.
Jadi jika kamu temui wanita berkerudung/berjilbab tapi masih gemar menyalahi aturan Islam, lihat dulu seperti apa penampilannya. Jadi bukan kerudungnya yang salah tapi pemakainya yang tidak mengerti hakikat menutup aurat yang sebenarnya ^_^
Tapi kalau masih ditemui muslimah yang penampilan luarnya sudah baik,dan sesuai dengan penjelasan diatas tapi masih ada saja ucapan atu perilakunya yang menyalahi hukum-hukum Islam, ya itulah kenapa Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda,tapi hati dan amal perbuatan kita. Jadi Muslimah yang baik tentunya yang baik penampilan luarnya,baik ucapannya,baik perilakunya,baik akhlaknya,meski begitu pastilah ada saja celahnya..karena kita adalah manusia ,bukan malaikat.. tapi menjadi baik itu tidak harus menjadi malaikat, kita hanya bisa berusaha menjadi Muslimah sesuai tuntunan Islam.. berusaha mentaati apa yang di perintahkan.. Yang paling tahu apakah kita sudah benar-benar baik hanyalah Allah saja ^_^
Catatan:
Ini hanya ciri dari segi penampilan, karena seorang muslimah sejati tak hanya dilihat dari luarnya saja, tetapi dari ucapan dan perbuatannya juga.
mungkin kita sudah sesuai dari penampilan luar, tapi masalh ucapan ,hati dan ketaqwaan itu yang sulit untuk di luruskan. Kalau saudariku semua penampilan luarnya sudah sesuai, dan sudah mengerti apa saja yang harus di perbaiki dari penampilan luar kita,tinggal lebih giat lagi memperbaiki ucapan,perilaku, dan amal ibadah kita, dan jangan lelah menuntut Ilmu, okay?? Siip ^_^
Buat hati ini, jua hati-hati yang belayar di samudera cinta
(¯`v´¯)
❤`•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`•.¸.¸¸
Astaghfirullah...
Astaghfirullah...
Astaghfirullah al 'Adzim...
Alladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa-atubu ilaih...
Terasa hati ini kian lama kian gelap diselaputi dosa...
Berbagai dosa...
Yang tersirat, maupun yang tersurat...
Yang sengaja, maupun yang tak sengaja...
Kian lama, kian parah...
Dan kini, kesannya mula terasa...
Diri kian lalai...
Fikiran sering memikirkan perkara-perkara yang mulai terlarang...
Semuanya berpunca dari hati...
Benarlah sabda Nabi,
"Dlm diri manusia ada seketul darah, bila baik ia,
maka baiklah seluruh (anggota badan),
bila rosak ia, maka rosaklah seluruh (anggota badan),
ketahuilah, itulah HATI.."
Dunia remaja, dunia yang sering memberi begitu banyak ujian pada hati..
Dan ujian terberat, yang amat sukar ditangani
Dan tak dapat lari dari diri remaja ialah,
ujian cinta...
Ujian inilah yang sudah banyak menumbangkan pemuda-pemuda
yang asalnya hidup berlandaskan Islam,
mengikut sepenuh ajaran Islam,
tapi akhirnya hanyut, hanyut & terus hanyut...
Hinggalah terjunam ke dalam lembah yang amat hina..
Na'udzubillah...
"Janganlah kamu mendekati zina,
Sesungguhnya ia adalah perkara yang terkutuk dan jalan yang keji"
Maknanya, jangan ada zina mata, zina telinga, zina mulut, zina hati....
Kerana semua ini adalah perkara-perkara yang mendekati zina
atau jalan yang menuju ke lembah zina...
Maka, hindarilah...!!
Rasanya, sudah cukup setakat ini
aku memulakan langkah ke alam yang tak sepatutnya aku lalui ini...
Berfantasi, berimaginasi dengan sesuatu yang aku sendiri tak pasti...
Cinta itu memang FITRAH, namun bila gagal mengawalnya,
maka itu yang jadi PARAH...
Insya' Allah, bila tiba masanya nanti, cinta itu akan bertaut juga...
Jodoh tak ke mana, kerana segalanya sudah ditakdirkan-Nya...
"Aku tak ada hak untuk mengasihi dia,
Dan dia tiada hak untuk mengasihi aku,
Aku tak ada hak untuk merindui dia,
Dan dia tiada hak untuk merindui aku,
Aku tak berhak untuk berada di hatinya,
Dan dia tak berhak untuk berada di hatiku...
Kerana HAK itu hanya milik pasangannya yg SAH...!!"
Cuba kita fikirkan,
Kalau lah orang yang kita suka itu
bukan pasangan yang ditakdirkan untuk kita,
Maka sebenarnya kita dah mengambil hak isteri atau suami orang yang kita suka itu...
Dan orang yang mengambil hak orang lain adalah orang yang zalim...
Dan kalau lah isteri atau suami orang yang kita suka itu tahu
yang kita pernah suka kat suami atau isteri depa,
mesti depa rasa lain macam dengan kita kan..?
Kadang-kadang mungkin boleh menimbulkan ketidakpuashatian,
ataupun yang lebih bahaya boleh menimbulkan fitnah kepada kita dan dia...
Na'udzubillah...
Cinta sebelum nikah itu cinta yang tak bermakna...
Cinta tanpa asas yang kukuh untuk dipegang...
Cinta yang perit...
Kerana tatkala hati kian diambung gelora cinta,
namun anggota tak bisa melakukan apa-apa...
Syariat tetap membataskan...
Hati perlu dijaga, anggota badan perlu dijaga...
Maruah, nama keluarga...
Dan yang paling penting panji Islam itu, yang sangat perlu dipelihara...
Jadi, mengapa perlu menyeksa jiwa tatkala jasad tak bisa melakukan apa-apa....??
Buang masa....
"Tiada cara lain untuk mengawal syahwat,
selain mengadu dan mendekatkan diri kpd Allah
dan rasa takut dgn azabNya,"
Bila diri kian jauh dari Allah,
maka makin mudah la syaitan nak perangkap kita dengan muslihatnya...
Bagi yang belajar agama,
perkara-perkara yang mengundang dosa pun boleh diislamikkan (kononnya...),
macam couple islamik, dan lain-lain....
Ini lah tipu daya dan muslihat syaitan...
Jadi, kenangkan azab Allah bila kita terfikir untuk melakukan kemungkaran,
lagi-lagi yang berlandaskan syahwat...
Insya' Allah, kalau kita benar-benar orang yang beriman,
kita tak akan berani melakukan kemungkaran itu...
Allah itu yang mencipta kita, mencipta dia...
DIAlah yang mengawal segala-galanya...
Membolehkan sesuatu yang tak boleh,
dan menggagalkan sesuatu yang sepatutnya berhasil...
Hanya DIA yang berkuasa atas segalaNya...
Jadi.. Mintalah segala-galanya kepadaNya...
Allah berfirman, "Dan berdoalah kepadaKu, nescaya akan Aku perkenankan kepadamu,"
Tapi, makbul atau tidak itu soal kedua...
Apa-apa pun, kita cuma berserah kepadaNya...
Kalau dimakbulkan, Alhamdulillah....
Kalau tak, insya' Allah,
Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita minta...
Allah itu lebih mengetahui atas tiap-tiap sesuatu...
Jadi, bila kita terima apa-apa, redha dan pasrah...
Kerana orang yang beriman itu
Yakin Allah hanya akan memberikan apa yang terbaik untuknya....
Tentang perasaan ini, memang susah nak hilang...
Tapi, kita akan lupa bila kita mendekati Allah..
Bila hati ini khusyuk mengingatiNya...
Lupakan lah segala cinta tak bermakna tu...
Layarkan hati menyusuri cinta seagungnya, cinta kepada Tuhan semesta alam...
Jua cinta kepada Rasul petunjuk seluruh umat...
Itu yang sebaiknya, itu yang seharusnya...
"Hidup ini perlu realistik... Laksanakan apa yang sudah ada di depan mata,
bukan memikirkan sesuatu yang tidak pasti akan datang dalam hidup kita.."
Astaghfirullah...
Astaghfirullah al 'Adzim...
Alladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa-atubu ilaih...
Terasa hati ini kian lama kian gelap diselaputi dosa...
Berbagai dosa...
Yang tersirat, maupun yang tersurat...
Yang sengaja, maupun yang tak sengaja...
Kian lama, kian parah...
Dan kini, kesannya mula terasa...
Diri kian lalai...
Fikiran sering memikirkan perkara-perkara yang mulai terlarang...
Semuanya berpunca dari hati...
Benarlah sabda Nabi,
"Dlm diri manusia ada seketul darah, bila baik ia,
maka baiklah seluruh (anggota badan),
bila rosak ia, maka rosaklah seluruh (anggota badan),
ketahuilah, itulah HATI.."
Dunia remaja, dunia yang sering memberi begitu banyak ujian pada hati..
Dan ujian terberat, yang amat sukar ditangani
Dan tak dapat lari dari diri remaja ialah,
ujian cinta...
Ujian inilah yang sudah banyak menumbangkan pemuda-pemuda
yang asalnya hidup berlandaskan Islam,
mengikut sepenuh ajaran Islam,
tapi akhirnya hanyut, hanyut & terus hanyut...
Hinggalah terjunam ke dalam lembah yang amat hina..
Na'udzubillah...
"Janganlah kamu mendekati zina,
Sesungguhnya ia adalah perkara yang terkutuk dan jalan yang keji"
Maknanya, jangan ada zina mata, zina telinga, zina mulut, zina hati....
Kerana semua ini adalah perkara-perkara yang mendekati zina
atau jalan yang menuju ke lembah zina...
Maka, hindarilah...!!
Rasanya, sudah cukup setakat ini
aku memulakan langkah ke alam yang tak sepatutnya aku lalui ini...
Berfantasi, berimaginasi dengan sesuatu yang aku sendiri tak pasti...
Cinta itu memang FITRAH, namun bila gagal mengawalnya,
maka itu yang jadi PARAH...
Insya' Allah, bila tiba masanya nanti, cinta itu akan bertaut juga...
Jodoh tak ke mana, kerana segalanya sudah ditakdirkan-Nya...
"Aku tak ada hak untuk mengasihi dia,
Dan dia tiada hak untuk mengasihi aku,
Aku tak ada hak untuk merindui dia,
Dan dia tiada hak untuk merindui aku,
Aku tak berhak untuk berada di hatinya,
Dan dia tak berhak untuk berada di hatiku...
Kerana HAK itu hanya milik pasangannya yg SAH...!!"
Cuba kita fikirkan,
Kalau lah orang yang kita suka itu
bukan pasangan yang ditakdirkan untuk kita,
Maka sebenarnya kita dah mengambil hak isteri atau suami orang yang kita suka itu...
Dan orang yang mengambil hak orang lain adalah orang yang zalim...
Dan kalau lah isteri atau suami orang yang kita suka itu tahu
yang kita pernah suka kat suami atau isteri depa,
mesti depa rasa lain macam dengan kita kan..?
Kadang-kadang mungkin boleh menimbulkan ketidakpuashatian,
ataupun yang lebih bahaya boleh menimbulkan fitnah kepada kita dan dia...
Na'udzubillah...
Cinta sebelum nikah itu cinta yang tak bermakna...
Cinta tanpa asas yang kukuh untuk dipegang...
Cinta yang perit...
Kerana tatkala hati kian diambung gelora cinta,
namun anggota tak bisa melakukan apa-apa...
Syariat tetap membataskan...
Hati perlu dijaga, anggota badan perlu dijaga...
Maruah, nama keluarga...
Dan yang paling penting panji Islam itu, yang sangat perlu dipelihara...
Jadi, mengapa perlu menyeksa jiwa tatkala jasad tak bisa melakukan apa-apa....??
Buang masa....
"Tiada cara lain untuk mengawal syahwat,
selain mengadu dan mendekatkan diri kpd Allah
dan rasa takut dgn azabNya,"
Bila diri kian jauh dari Allah,
maka makin mudah la syaitan nak perangkap kita dengan muslihatnya...
Bagi yang belajar agama,
perkara-perkara yang mengundang dosa pun boleh diislamikkan (kononnya...),
macam couple islamik, dan lain-lain....
Ini lah tipu daya dan muslihat syaitan...
Jadi, kenangkan azab Allah bila kita terfikir untuk melakukan kemungkaran,
lagi-lagi yang berlandaskan syahwat...
Insya' Allah, kalau kita benar-benar orang yang beriman,
kita tak akan berani melakukan kemungkaran itu...
Allah itu yang mencipta kita, mencipta dia...
DIAlah yang mengawal segala-galanya...
Membolehkan sesuatu yang tak boleh,
dan menggagalkan sesuatu yang sepatutnya berhasil...
Hanya DIA yang berkuasa atas segalaNya...
Jadi.. Mintalah segala-galanya kepadaNya...
Allah berfirman, "Dan berdoalah kepadaKu, nescaya akan Aku perkenankan kepadamu,"
Tapi, makbul atau tidak itu soal kedua...
Apa-apa pun, kita cuma berserah kepadaNya...
Kalau dimakbulkan, Alhamdulillah....
Kalau tak, insya' Allah,
Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita minta...
Allah itu lebih mengetahui atas tiap-tiap sesuatu...
Jadi, bila kita terima apa-apa, redha dan pasrah...
Kerana orang yang beriman itu
Yakin Allah hanya akan memberikan apa yang terbaik untuknya....
Tentang perasaan ini, memang susah nak hilang...
Tapi, kita akan lupa bila kita mendekati Allah..
Bila hati ini khusyuk mengingatiNya...
Lupakan lah segala cinta tak bermakna tu...
Layarkan hati menyusuri cinta seagungnya, cinta kepada Tuhan semesta alam...
Jua cinta kepada Rasul petunjuk seluruh umat...
Itu yang sebaiknya, itu yang seharusnya...
"Hidup ini perlu realistik... Laksanakan apa yang sudah ada di depan mata,
bukan memikirkan sesuatu yang tidak pasti akan datang dalam hidup kita.."
Jangan Salah Memilih Kekasih
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Jangan salah memilih kekasih
Karena dia lah yang akan menyenangkan hatimu, dunia dan akhirat.,
Kekasih itu bukan cuma sekadar urusan mencurahkan syahwat atau "curhat" isi hati, melainkan membangun sebuah "rumah besar" kehidupan
Yang darinya, segala kebaikan tersebar ke segala penjuru dunia
Kekasih itu sudah pasti sepasang suami-istri.,
Dari keduanya, terlahir anak-anak
Di antara mereka, ada para kerabat, rekan, dan tetangga
Semuanya berpadu membentuk satu masyarakat besar dengan tatanan kehidupan yang bersumber dari Allah.,
Menjamin tidak ada keburukan? Tidak...!!
Akan tetap ada keburukan karena dia menjadi pembeda kebaikan
Masalahnya, siapakah di antara kita, atau mereka, yang bakal memilih jalan kebaikan dan siapa pula yang memilih jalan keburukan?
Saya yakin, mayoritas di antara kita akan memilih jalan kebaikan. Tapi, kadang keburukan itu muncul sendiri secara tiba-tiba, dari jalan yang tidak pernah kita duga
Dan, bisa saja itu salah satu dari kita, yang sejak awal berazzam (bertekad) tuk berada di jalan kebaikan.,,
Ehmm.... kok bisa ya?
itulah kehidupan
Bahkan keburukan itu bisa melanda pasangan suami-istri, pasangan kekasih, yang awalnya dibangun berlandaskan cinta kasih
Fenomena perselingkuhan yang marak melanda masyarakat Indonesia akhir-akhir ini, mestinya menjadi cermin koreksi kita
jadikanlah istri, atau suami, benar-benar sebagai kekasih kita yang sebenarnya
jadikan dan letakkanlah pasangan kita itu benar-benar sebagai kekasih dunia akhirat
Yang kelak menjadi cahaya dunia kita, cahaya akhirat kita...,
Agar rahmat Allah melingkupi kita semua. Amin Yaa Rabb
Senyum (✿◠‿◠)
Mutiara Hati
yang ingin copas, jangan lupa cantumkan sumbernya yaa ^^,
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Pesona Wanita Sholeha
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Seperti indahnya pelangi yang menghiasi sore hari, begitulah mungkin perumpamaan wanita sebagai penghias dunia ini. Dan bahkan lebih penting dan berarti lagi dari hanya sekedar perhiasan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya dunia ini tanpa adanya wanita?
Kata Rhoma Irama dalam lagunya, “hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga”. Cinta itu ibarat seorang wanita. Bisa dikatakan wanita adalah sumber inspirasi cinta. Boleh jadi seandainya tidak ada wanita, maka tidak ada cinta. Ya, mungkin begitulah jika para pujangga berbicara tentang korelasi antara cinta dan wanita.
Lantas wanita yang bagaimanakah yang benar-benar bisa menjadikan hidup kita ini indah, yang dapat menghiasi setiap alunan nafas kita, menemani setiap detak jantung kita sehingga berbuah menjadi sebuah tasbih kepada Allah?
Maka jawabanya termaktub dalam hadits Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam yang artinya:
“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim)
Tolak ukur wanita itu bisa dikatakan shalehah atau tidak adalah ketaqwaannya. Dan kadar ketaqwaannya itu menetukan tingkat keshalehah wanita tersebut. Sedangkan ketaqwaan itu sedikit banyaknya dapat dinilai dari seberapa besar ketaatannya dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah, dan dalam menjauhi segala larangan-Nya.
Banyak poin yang tentunya dapat diamalkan dalam rangka menjadi wanita yang shalehah. Baik poin itu berupa “reques “ dari Al-Qur’an, maupun dari kaum yang menyukai wanita itu sendiri, yaitu kaum Adam.
Ketaatan yang akan membungkusi keshalehan tersebut tertuang dalam poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh wanita. Seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31:
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat….”
Secara prinsip, wanita shalihah adalah wanita yang selalu istiqomah untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pesona kemuliaannya bukan dari perhiasan dan aksisoris yang dia gunakan. Sebaliknya, ia selalu menjaga kecantikan dirinya supaya tidak berbuah menjadi fitnah bagi orang lain dan dirinya sendiri. Ini sangat penting dilakukan, karena kecantikan sewaktu-waktu menjadi energi positif, dan bisa juga di waktu yang lain menjadi energi negatif.
Namun ketika ia memiliki keterbatasan fisik, wanita shalehah tidak akan kecewa dan sakit hati terhadap karunia Allah tersebut. Bahkan ia masih dapat bersyukur dengan apa yang ada. Kepribadiannya yang baik yang akan merubah dirinya menjadi lebih indah dan menarik.
Banyak wanita yang dalam kehidupannya bisa sukses, atau yang sering kita sebut dengan wanita karir. Tapi itu semua tidak akan menjamin keshalihannya. Kita tidak dapat hanya mengukur dari kesuksesan dalam karirnya saja, tanpa mengabaikan kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan dalam mengurus rumah tangga, kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya, dan bahkan kesuksesan dalam menempatkan dirinya sendiri sebagai Muslimah.
Pandangan tentang wanita shalehah ini tentunya bersifat umum. Baik itu ditujukan kepada wanita yang sudah berkeluarga, maupun bagi wanita yang belum berkeluarga.
Bagi remaja Muslimah, untuk menjadi wanita shalehah membutuhkan komitmen yang tinggi. Lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang menunjang. Lingkungan dalam bergaul sangat besar sekali dalam menentukan perkembangan kepribadian remaja. Bahkan bisa dikatakan bahwa remaja adalah produk lingkungan. Baik itu lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara luas.
Keshalehan seorang remaja Muslimah menjadi harga mati dalam kehidupan rumah tangga, jika ia berkeluarga kelak. Karena dia lah yang menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, sebagai contoh, pembentuk suasana keluarga yang harmonis.
Tidak hanya sampai di situ. Wanita shalehah juga merupakan kunci penting dalam menentukan kebaikan dan kemajuan suatu bangsa. Sering sekali kita mendengan istilah, “Di belakang pemimpin yang hebat, ada wanita yang luar biasa”. Bahkan wanita adalah tiang negara. Ya, kenyataanya memang benar demikian. Laki-laki tanpa wanita tidak akan jadi apa-apa. Berapa banyak laki-laki yang mendapatkan motivasi untuk bekerja dan berbuat dari wanita? Berapa banyak para bapak yang selalu bersemangat kerana istrinya yang shalehah? Kita tidak bisa memungkiri itu semua.
Sehingga pada akhirnya kita harus bersyukur atas ciptaan Allah yang paling indah ini. Wanita memang sungguh sangat berharga dan tiada taranya. Pengaruhnya sungguh sangat besar. Pesonanya akan selalu bersinar dalam setiap langkah kaki para lelaki.
Senyum (✿◠‿◠)
Mutiara Hati
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Hal yang paling indah adalah dicintai,
dengan sepenuh hati,
dengan segenap jiwa dan raga.
Tanpa pamrih,
Tanpa ikatan,
Tanpa harapan,
Tanpa desakan.
Adakah cinta seperti itu
Entahlah ....
Cinta ibu kepada anak ..
hmmm terkadang masih ada harapan disana
Harapan sang anak akan berbakti padanya
Harapan sang anak akan membalas jasanya
Harapan sang anak akan mengurusnya kelak dikala dia tua dan renta
Cinta anak kepada ibu
Hmmmm apalagi ini, masih banyak keterpaksaan di dalamnya
Keterpaksaan karena dialah yang melahirkan kita
Keterpaksaan karena dialah yang sudah mengurus kita
Keterpaksaan karena dialah yang sudah membimbing kita
Cinta suami kepada istri
Hmmmm aku masih meragukannya, masih ada nafsu di dalamnya
masih ada keterpaksaan di dalam nya
masih ada belas kasihan melingkupinya
masih ada beban mengintainya
Cinta istri pada suami
Keterpaksaan, identitas, anak anak, keluarga, tanggung jawab, kewajiban, etika, norma, seharusnya.. seharusnya... seharusnya...
ya harus mencintai karena itu semua ...
Tapi mencintai karena Allah akan terasa begitu indah
Seorang ibu yang mencintai anak nya karena Allah
Dia sadar bahwa sang anak adalah titipanNYA
karenanya dia akan bimbing sang anak dengan cinta yang sepenuhnya
Memberi bekal yang cukup hingga sang anak paham dan mengerti tujuan hidupnya
Seorang anak yang mencintai Ibu nya karena Allah
Dia akan sadar bahwa sang ibu adalah syurga nya
dari sang ibu dan ridhonya akan di peroleh nikmat dunia
Tiada ada keinginan untuk mengindahkan dan terberati oleh bebannya
Tiada ada keluhan untuk sekedar mendengar curhatnya
Karena disana lah akan di peroleh bekal pahala terbesar untuk nya
Seorang suami yang mencintai istrinya karena Allah
Akan menjaga sang pilihan hati dengan sepenuh hati
menjadikannya pendamping yang akan di pertanggung jawabkannya kelak di akhir nanti
Memberikannya bekal dan bukan beban diri
Bersamanya merajut hidup untuk hidup yang lebih kekal abadi
Seorang istri yang mencintai suami nya karena Allah
Akan tersenyum dan berdoa selalu untuk tiap langkahnya
Menerima dengan ikhlas bimbingannya
Tampil cantik dan berseri hanya untuk nya
Tiada kelelahan dan keluhan yang akan menghadangnya
Bersama berusaha meraih bahagia dunia akhirat dengan buah cintanya
Indah...
Indah sekali
Indah nya di cintai
Indahnya mencintai
Mencintai karena Allah
dan Dicintai karena Allah
Mampukah diri ini, adakah daku merasakannya
Insya Allah .....
Bisakah kita mencintai seseuatu karena Allah...?
bukan karena nafsu..?
jawaban ada pada diri anda sendiri
Senyum (✿◠‿◠)
Mutiara Hati
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Langganan:
Postingan (Atom)




